Rabu, 03 Agustus 2011

Soal Biaya Produksi

Mata Kuliah : Ekonomi Teknik
CONTOH SOAL BIAYA PRODUKSI

1. Dalam rangka memenuhi kebutuhan kosen dan daun pintu kontraktor Karya Kreatif di hadapkan pada pilihan membeli kosen atau daun pintu siap jadi atau membuatnya sendiri. Jika dibeli harga siapnya Rp500.000,00/buah, dan jika di buat sendiri biayanya terdiri dari: harga kayu Rp3.500.000,00/m³, upah kepala tukang Rp90.000,00/hari, tukang Rp80.000,00/hari, dan pekerja Rp45.000,00/hari. Tiap unit kosen dan daun pintu di butuhkan 0,25 hari kerja kepala tukang + 1,25 hari kerja tukang dan 0,75 hari kerja pekerja (pembantu tukang), tiap unti kosen dan daun pintu membutuhkan ± 0,20 m³ kayu. Di samping itu, perusahaan perlu menyiapkan los kerja khusus biayanya di taksir ± Rp2.5 juta serta pengadaan peralatan kerja ± Rp3,5 juta. Hitung berapa kebutuhan maksimal Kosen dan Daun Pintu agar keputusan yang di ambil membuat sendiri.
Penyelesaian :
Biaya variabel untuk 1 unit Kosen :
* Bahan Kayu : 0,20 m³ x Rp3.500.000,00               = Rp700.000,00
* Upah Kepala Tukang : 0,25 hari x Rp90.000,00     = Rp22.500,00
* Upah Tukang : 1,25 hari x Rp80.000,00                 = Rp100.000,00
* Upah Pembantu Tukang : 0,75 hari x Rp45.000,00 = Rp33.750,00   
Jumlah Variable Cost                                                 = Rp856.250,00

Biaya tetap untuk dapat membuat kosen :
* Membangun los kerja                                             = Rp2.500.000,00
* Pengadaan peralatan kerja                                      = Rp3.500.000,00
* Jumlah biaya tetap                                                  = Rp6.000.000,00

Perhitungan jumlah produksi minimal saat break even point :

=         di mana : S = harga jual 1 unit kosen.

=

= - 16,8 - 17 unit

Jadi, kebutuhan kosen minimal secara ekonomis lebih menguntungkan membelinya sudah siap dari pada membuatnya sendiri.

2. Catatan pengeluaran bengkel perabot Pak Kreatif satu bulan terakhir adalah :
  • Beli 1 m³ kayu Rp3.500.000,00
  • Beli 6 lembar triplek Rp288.000,00
  • Beli paku, lem, dan perlengkapan lainnya Rp250.000,00
  • Bayar upah tukang untuk 10 buah meja Rp800.000,00
  • Bayar rekening listrik Rp350.000,00 dimana pemakaian 60% untuk mesin dan 40% untuk penerangan.
  • Bayar telepon Rp150.000,00 untuk 1 bulan.
  • Bayar upah tukang Rp1.200.000,00 untuk 15 buah meja.
  • Bayar gaji kepala tukang, pegawai pembantu dan lain-lain Rp2.600.000,00/bulan
  • Depresiasi mesin dan fasilitas (sewa mesin) Rp800.000,00/bulan
Jika semua bahan yang di beli habis terpakai, kerjakan hal-hal berikut :

a. Kelompokkanlah pengeluaran berdasarkan biaya primer, dan over-head pabrik
b. Hitunglah biaya produksi untuk 1 meja
c. Kelompokkanlah biaya berdasarkan biaya tetap dan biaya variabelnya
d. Hitunglah BEP produksi meja jika harga jual meja Rp450.000,00/unit

Penyelesaian :

a. Pengelompokkan biaya berdasarkan biaya primer, sekunder dan overhead pabrik

Biaya Primer :
  • Beli 1 m³ kayu                             = Rp3.500.000,00
  • Beli 6 lembar triplek                     = Rp288.000,00
  • Bayar upah tukang untuk 10 meja = Rp800.000,00
  • Bayar upah tukang untuk 15 meja = Rp1.200.000,00
          Jumlah biaya primer                      = Rp5.788.000,00

Biaya overhead Pabrik :
  • Beli paku, lem, dan perlengkapan lainnya  = Rp250.000,00
  • Gaji kepala tukang, pegawai, dan lain-lain = Rp2.600.000,00
  • Bayar rekening listrik                                = Rp350.000,00
  • Bayar telepon                                           = Rp150.000,00
  • Depresiasi mesin                                       = Rp800.000,00   
         Jumlah biaya over-head                             = Rp4.150.000,00

b. Perhitungan untuk 1 unit meja

Total biaya produksi untuk 25 unit meja (1 bulan produksi)
Σ Produksi Cost = Biaya Primer + Biaya Sekunder + Biaya Overhead
                          = Rp5.788.000,00 +Rp2.850.000,00 + Rp1.300.000,00
                          = Rp9.938.000,00
Jadi biaya produksi untuk 1 unit meja =
                                                         =
                                                         = Rp397.520,00 / unit

c. Pengelompokkan biaya berdasarkan biaya tetap dan biaya variabel

Biaya tetap (Fixed cost)
- Rekening listrik penerangan 40% x Rp 350.000,00 = Rp140.000,00
- Rekening telepon                                                    = Rp150.000,00
- Gaji kepala tukang, pegawai dan lain-lain                = Rp2.600.000,00
- Depresiasi mesin                                                     = Rp800.000,00   
       Jumlah biaya tetap                                              = Rp3.690.000,00

Biaya variabel (variabel cost)
* Bayar upah tukang untuk 25 unit meja                    = Rp2.000.000,00
* Beli kayu untuk 25 unit meja                                  = Rp3.500.000,00
* Beli 6 lembar triplek                                              = Rp288.000,00
* Beli lem, paku, dan lain-lain                                   = Rp250.000,00
* Bayar listrik power untuk pekerjaan 25 meja         = Rp180.000,00   
         Jumlah biaya variabel                                      = Rp6.218.000,00

Jadi biaya veriabel per unit produk =
                                                     =
                                                     = Rp 248.720,00

d. Perhitungan jumlah produksi pada kondisi BEP

= di mana : S = harga 1 unit meja Rp 450.000,00

=
= 18.33 unit 18 unit

3. Berdasarkan data produksi perusahaan priode yang lalu sebagai berikut :
  • Pembelian bahan baku utama Rp 8 juta
  • Bahan baku penolong Rp 5 juta
  • Tenaga kerja langsung Rp 10 juta
  • Tenaga kerja tidak langsung Rp 3,5 juta
  • Biaya over-head Rp 5 juta (nondepresiasi)
  • Jumlah produksi 1200 unit
  • Upah tenaga kerja langsung dibayar berdasarkan hasil produksi, sedangkan upah tenaga kerja tak langsung tidak berpengaruh pada jumlah produksi.
  • Bahan baku penolong tidak berpengaruh banyak terhadap jumlah produksi.
Diminta:

Susun cash flow untuk 5 periode ke depan jika jadwal produksi berturut-turut 1.500, 2.000, 2.300, 2.600, dan 3.000 unit

Penyelesaian

Biaya tetap (fixed cost) : - Bahan baku penolong          = Rp5.000.000,00
                                      - Tenaga kerja tidak langsung = Rp3.500.000,00
                                      - Biaya over-head                  = Rp5.000.000,00 ­+
                                         Jumlah biaya tetap               = Rp13.500.000,00

Biaya variabel :              - Bahan baku utama                = R8.000.000,00
                                     - Tenaga kerja langsung           = Rp10.000.000,00 +
                                        Jumlah biaya variabel            = Rp18.000.000,00

Biaya variabel untuk setiap unit produksi adalah =
                                                                         =
                                                                         = Rp15.000,00/unit

Untuk perhitungan perkiraan cash flow lima periode ke depan di peroleh dengan mempergunakan tabel di bawah ini :
Periode
(1)
Rencana
Produksi
Variabel
Cost/unit
Total Variabel
cost
Fixed
cost
Total cost
(Cash-flow periode)
1
1500
Rp15.000,00
Rp22.500.000,00
Rp13.500.000,00
Rp36.000.000,00
2
2000
Rp15.000,00
Rp30.000.000,00
Rp13.500.000,00
Rp43.500.000,00
3
2300
Rp15.000,00
Rp34.500.000,00
Rp13.500.000,00
Rp48.000.000,00
4
2600
Rp15.000,00
Rp39.000.000,00
Rp13.500.000,00
Rp52.500.000,00
5
3000
Rp15.000,00
Rp45.000.000,00
Rp13.500.000,00
Rp58.500.000,00

SCREENSHOT :
Download File Word nya yang lengkap :
download.gif

Mintak Password Kirim ke Email sahnohilham2@gmail.com

0 komentar:

Poskan Komentar